| Tanggal publikasi | : |
|---|

Bagi lulusan SMK di Indonesia, bekerja di Jepang bukan lagi sekadar mimpi magang (Kenshuusei). Saat ini, Pemerintah Jepang membuka jalur Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou. Berbeda dengan magang, pemegang visa SSW dianggap sebagai tenaga kerja ahli dengan gaji yang setara dengan orang Jepang asli.
Jika Anda adalah lulusan SMK (terutama jurusan Keperawatan, Teknik, atau Perhotelan), simak panduan lengkap alur legal dan rincian biaya resminya di bawah ini.
Apa itu Visa Tokutei Ginou (SSW)?
Visa Specified Skilled Worker (SSW) adalah status residensi bagi warga negara asing di Jepang yang memiliki keterampilan spesifik dan lulus ujian bahasa Jepang. Keuntungan utamanya adalah Gaji Tinggi, hak untuk pindah perusahaan (dalam bidang yang sama), dan kontrak kerja yang bisa diperpanjang hingga 5 tahun.
Alur Legal Pendaftaran SSW untuk Lulusan SMK
Untuk mendapatkan visa ini, Anda tidak harus melalui LPK jika ingin mandiri, namun mengikuti alur resmi BP2MI sangat disarankan demi keamanan hukum.
1. Penguasaan Bahasa Jepang (Level N4/JFT-Basic)
Anda wajib lulus salah satu dari dua ujian bahasa:
JLPT N4: Ujian bahasa Jepang umum.
JFT-Basic (A2): Ujian bahasa Jepang khusus yang lebih sering diselenggarakan dan fokus pada percakapan sehari-hari.
2. Lulus Ujian Skill (Skill Exam)
Setiap bidang memiliki ujian kompetensi berbeda. Sebagai lulusan SMK Kesehatan, Anda bisa mengambil ujian Kaigo (Nursing Care). Jika lulusan SMK Teknik, Anda bisa mengambil bidang Manufaktur atau Konstruksi.
3. Mencari Perusahaan (Matching)
Setelah memegang dua sertifikat (Bahasa & Skill), Anda bisa melamar ke perusahaan Jepang melalui:
Portal resmi IPKOL (Informasi Pasar Kerja Online) BP2MI.
Agen penyalur tenaga kerja resmi (P3MI).
Mandiri melalui LinkedIn atau situs lowongan kerja Jepang.
4. Kontrak Kerja & COE (Certificate of Eligibility)
Setelah diterima, Anda akan menandatangani kontrak kerja. Perusahaan di Jepang akan mengurus COE di Imigrasi Jepang sebagai bukti Anda layak bekerja di sana.
5. Penerbitan Visa & Keberangkatan
Setelah COE turun, Anda tinggal mengajukan visa di Kedutaan Besar Jepang atau melalui VFS Global di Indonesia.
Rincian Biaya Resmi (Estimasi 2026)
Banyak yang bertanya, “Berapa modal awal ke Jepang jalur SSW?”. Berikut adalah rincian estimasi biaya mandiri:
| Komponen Biaya | Estimasi Harga (IDR) | Keterangan |
| Ujian JFT-Basic | Rp400.000 | Dibayar ke penyelenggara ujian (Prometric) |
| Ujian Skill (Kaigo/Dll) | Rp450.000 | Tergantung bidang yang dipilih |
| Paspor (48 Halaman) | Rp350.000 | Kantor Imigrasi |
| Medical Check-Up | Rp800.000 – Rp1.500.000 | RS yang ditunjuk/tersertifikasi |
| Visa Kerja | Rp400.000 – Rp600.000 | Melalui VFS Global |
| Tiket Pesawat | Rp5.000.000 – Rp8.000.000 | Tergantung maskapai (Sering ditanggung perusahaan) |
Catatan Penting: Beberapa perusahaan Jepang (terutama bidang Perawat/Kaigo) sering kali memberikan sistem reimbursement atau menanggung biaya tiket pesawat dan pengurusan visa setelah Anda tiba di Jepang.
Tips Agar Lolos Seleksi dengan Cepat
Fokus pada Sertifikat Kaigo: Bidang keperawatan memiliki kuota paling besar dan proses yang cenderung lebih cepat dibanding bidang manufaktur.
Siapkan Mental & Fisik: Standar Medical Check-Up Jepang sangat ketat. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat penyakit berat atau patah tulang yang mengganggu fungsi gerak.
Pelajari Budaya Kerja (Omotenashi): Perusahaan Jepang sangat menghargai etika dan kedisiplinan.
Penutup
Jalur SSW adalah peluang emas bagi lulusan SMK untuk mendapatkan gaji dua digit (Rp15 – Rp25 juta per bulan) sambil mengasah skill internasional. Pastikan Anda selalu mengikuti jalur legal melalui BP2MI untuk menghindari penipuan.

