Rincian Gaji Magang Jepang Perawat (Kaigo) 2026: Take Home Pay & Potongan Pajak

Tanggal publikasi:

Bekerja sebagai perawat lansia atau Kaigo di Jepang menjadi primadona bagi lulusan kesehatan di Indonesia tahun 2026. Selain karena kebutuhan tenaga kerja yang melonjak akibat fenomena aging population di Jepang, standar gaji yang ditawarkan pun sangat kompetitif jika dibandingkan dengan gaji perawat di dalam negeri.

Bagi kamu lulusan sekolah kesehatan (seperti SMK Bhakti Kencana atau institusi serupa), memahami rincian gaji kotor, potongan wajib, hingga sisa uang bersih (Take Home Pay) sangatlah penting sebelum menandatangani kontrak kerja.

1. Standar Gaji Pokok Perawat Kaigo di Jepang 2026

Pada tahun 2026, pemerintah Jepang kembali menyesuaikan upah minimum (Regional Minimum Wage) di berbagai prefektur. Untuk sektor Kaigo, gaji pokok biasanya sedikit di atas upah minimum rata-rata karena beban kerja yang membutuhkan sertifikasi dan tanggung jawab tinggi.

  • Gaji Pokok (Kihonkyu): ¥170.000 – ¥195.000 per bulan.

  • Kurs Rupiah (Estimasi): Jika ¥1 = Rp110, maka gaji pokok berkisar antara Rp18,7 juta hingga Rp21,4 juta.

Perlu diingat, gaji di kota besar seperti Tokyo, Osaka, atau Kanagawa akan lebih tinggi (sekitar ¥200.000+) dibandingkan prefektur di pedesaan seperti Gifu atau Saga, namun biaya hidup di kota besar juga jauh lebih mahal.

2. Tunjangan Tambahan yang Menambah Pemasukan

Sektor perawat lansia memiliki keunggulan dibanding sektor manufaktur, yaitu adanya berbagai tunjangan spesifik:

  1. Tunjangan Shift Malam (Yakin Teate): Berkisar ¥3.000 – ¥7.000 per kedatangan. Dalam sebulan, perawat biasanya mendapat 4-5 kali jadwal malam.

  2. Tunjangan Perbaikan Pelayanan (Kaigo Kaizen Teate): Tunjangan khusus dari pemerintah Jepang untuk tenaga medis, sekitar ¥6.000 – ¥10.000 per bulan.

  3. Lembur (Zangyo): Jika bekerja lebih dari 8 jam sehari, upah per jam naik 25%. Rata-rata perawat magang bisa mengantongi ¥15.000 – ¥30.000 tambahan dari lembur.


3. Rincian Potongan Gaji (Deductions) di Jepang

Jangan kaget jika melihat slip gaji. Di Jepang, sistem pemotongan sangat ketat namun memberikan jaminan sosial yang lengkap. Berikut adalah rincian potongan bulanan:

A. Asuransi Sosial (Shakai Hoken)

Ini adalah potongan paling wajib yang mencakup:

  • Kenko Hoken (Asuransi Kesehatan): Memungkinkan kamu berobat dengan hanya membayar 30% dari biaya total.

  • Kousei Nenkin (Asuransi Pensiun): Potongan sekitar ¥16.000 – ¥19.000. Kabar baiknya, uang ini bisa kamu klaim kembali (dicairkan) saat sudah selesai kontrak dan pulang ke Indonesia (disebut Nenkin Refund).

B. Pajak (Tax)

  • Shotokuzei (Pajak Penghasilan): Dipotong sekitar ¥3.000 – ¥5.000 tergantung total pendapatan.

  • 住民税 (Juminzei/Pajak Penduduk): Biasanya mulai dipotong pada tahun kedua bekerja di Jepang.

C. Biaya Hidup & Akomodasi

  • Sewa Apartemen (Yachin): ¥20.000 – ¥35.000 (Seringkali satu apartemen diisi 2 orang untuk menghemat biaya).

  • Utilitas (Gas, Air, Listrik): ¥8.000 – ¥12.000 (Biaya ini membengkak di musim dingin karena penggunaan pemanas).


4. Simulasi Perhitungan Take Home Pay (Gaji Bersih)

Mari kita buat simulasi moderat untuk seorang perawat magang di prefektur dengan UMR menengah:

Komponen GajiJumlah (Yen)Estimasi (Rupiah)
Gaji Pokok¥180.000Rp19.800.000
Tunjangan Malam (4x)¥20.000Rp2.200.000
Lembur (10 Jam)¥13.000Rp1.430.000
Total Gaji Kotor¥213.000Rp23.430.000
Potongan Asuransi & Pensiun-(¥27.000)-(Rp2.970.000)
Pajak Penghasilan-(¥4.500)-(Rp495.000)
Sewa Apartemen & Listrik-(¥38.000)-(Rp4.180.000)
Gaji Bersih (Take Home Pay)¥143.500Rp15.785.000

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kamu bisa menabung sekitar Rp10 juta – Rp12 juta per bulan setelah dikurangi biaya makan dan pulsa.


5. Perbedaan Gaji Jalur Magang (Ginousei) vs Tokutei Ginou (SSW)

Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa ada dua jalur utama:

  1. Jalur Magang (Internship): Fokus pada pelatihan. Gaji biasanya mengikuti standar minimal, namun biaya keberangkatan seringkali lebih ringan karena ada skema subsidi atau dana talangan.

  2. Jalur Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker): Kamu dianggap tenaga kerja ahli. Gaji pokok jauh lebih tinggi (bisa mencapai ¥220.000 – ¥250.000) dan setara dengan perawat lokal Jepang. Lulusan SMK Keperawatan bisa langsung ke jalur ini jika memiliki sertifikat bahasa JFT-Basic/JLPT N4 dan sertifikat keahlian Kaigo.

Kesimpulan

Menjadi perawat Kaigo di Jepang pada tahun 2026 adalah langkah strategis untuk mengumpulkan modal sekaligus pengalaman internasional. Meskipun potongan gaji terlihat besar, fasilitas kesehatan dan keamanan sosial yang kamu dapatkan sebanding. Terlebih lagi, adanya dana Nenkin yang bisa dicairkan di akhir kontrak menjadi “tabungan rahasia” yang sangat berguna saat kembali ke tanah air.

Saran Ahli: Mulailah memperdalam kemampuan bahasa Jepang sejak dini. Semakin tinggi level bahasamu, semakin besar peluangmu untuk mendapatkan posisi di panti jompo (Lansia) yang menawarkan tunjangan lebih besar.




Perhatian : Kami tidak pernah meminta imbalan atau biaya dalam bentuk apapun untuk perekrutan di situs ini jika ada pihak yang mengatasnamakan kami atau perusahaan meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau hal lain yang pasti PALSU.